Temukan Wawasan Baru
Melalui bacaan yang menarik dan informatif! Temukan wawasan terbaru, pelajari tren terkini, dan tingkatkan pemahaman Anda dengan membaca artikel kami
Artikel Terbaru
20 Mei 2026
Kode HTML Tulisan Berjalan dan Berwarna: Contoh & Cara Membuatnya
Saat mulai belajar HTML, banyak pemula ingin mencoba membuat tampilan website yang lebih menarik, salah satunya dengan membuat tulisan berjalan dan berwarna. Efek tulisan berjalan sering digunakan untuk: Teks sambutanPengumumanBanner websitePromoHeading animasiTampilan website sederhana Pada artikel ini, kamu akan belajar: Kode HTML tulisan berjalan dan berwarnaCara membuat teks berjalan di HTMLCara mengubah warna tulisan HTMLCara mengatur kecepatan tulisan berjalanCara membuat animasi teks modern menggunakan CSS Artikel ini cocok untuk pemula yang baru belajar HTML dan CSS. Apa Itu Tulisan Berjalan di HTML? Tulisan berjalan di HTML adalah teks yang bergerak secara otomatis pada halaman website. Dulu jika menggunakan HTML 3 atau HTML 4, efek ini biasanya dibuat menggunakan tag HTML seperti ini: <marquee>Tulisan Berjalan</marquee> Tag <marquee> akan membuat teks bergerak secara otomatis: Ke kiriKe kananKe atasatau Ke bawah Walaupun sederhana, efek ini masih sering digunakan pemula untuk belajar dasar HTML. Kode HTML Tulisan Berjalan dan Berwarna Berikut contoh kode HTML tulisan berjalan dan berwarna yang paling sederhana. <marquee> <font color="red"> Selamat Datang di Easy Coding </font> </marquee> Hasil: Tulisan akan berjalanWarna tulisan menjadi merah Penjelasan Kode HTML Berikut penjelasan dari kode di atas. Tag <marquee> Digunakan untuk membuat teks bergerak otomatis. Tag <font color=""> Digunakan untuk mengubah warna tulisan. Contoh: <font color="blue">Teks Biru</font> Cara Mengubah Warna Tulisan HTML Kamu bisa mengganti warna tulisan sesuai kebutuhan. Contoh Warna Dasar <font color="blue">Biru</font> <font color="green">Hijau</font> <font color="purple">Ungu</font> Menggunakan Kode HEX Color Kamu juga bisa menggunakan kode warna HEX. <font color="#ff0000">Merah</font> <font color="#00ff00">Hijau</font> <font color="#0000ff">Biru</font> Cara ini lebih fleksibel untuk desain website modern. Cara Mengatur Arah Tulisan Berjalan Tag <marquee> memiliki atribut direction untuk mengatur arah gerakan teks. Bergerak ke Kiri <marquee direction="left"> Tulisan Bergerak ke Kiri </marquee> Bergerak ke Kanan <marquee direction="right"> Tulisan Bergerak ke Kanan </marquee> Bergerak ke Atas <marquee direction="up"> Tulisan Bergerak ke Atas </marquee> Bergerak ke Bawah <marquee direction="down"> Tulisan Bergerak ke Bawah </marquee> Cara Mengatur Kecepatan Tulisan Berjalan Kamu bisa mengatur kecepatan animasi menggunakan atribut scrollamount. Contoh <marquee scrollamount="15"> Tulisan Lebih Cepat </marquee> Semakin besar nilainya, maka semakin cepat gerakan teks Cara Membuat Tulisan Berjalan dengan Background Warna Kamu juga bisa menambahkan background color agar tampilan lebih menarik. <marquee bgcolor="black"> <font color="white"> Selamat Belajar HTML </font> </marquee> Hasil: Background hitamTulisan putih berjalan Contoh Kode HTML Tulisan Berjalan dan Berwarna Lengkap Berikut contoh lengkap yang bisa langsung dicoba. <!DOCTYPE html> <html> <head> <title>Tulisan Berjalan</title> </head> <body> <marquee direction="left" scrollamount="10" bgcolor="black"> <font color="yellow"> Selamat Datang di Easy Coding </font> </marquee> </body> </html> Kenapa Tag <marquee> Sudah Jarang Digunakan? Walaupun masih bisa digunakan di beberapa browser, tag <marquee> sebenarnya sudah deprecated. Artinya: Tidak direkomendasikan lagi untuk website modernTidak termasuk standar HTML terbaru Karena itu, developer modern biasanya menggunakan: CSS AnimationJavaScript Animation untuk membuat efek tulisan bergerak. Cara Modern Membuat Tulisan Berjalan Menggunakan CSS Berikut contoh animasi teks berjalan menggunakan CSS. <!DOCTYPE html> <html> <head> <style> .marquee { width: 100%; overflow: hidden; white-space: nowrap; box-sizing: border-box; animation: berjalan 10s linear infinite; color: red; font-size: 24px; } @keyframes berjalan { from { transform: translateX(100%); } to { transform: translateX(-100%); } } </style> </head> <body> <div class="marquee"> Selamat Datang di Easy Coding </div> </body> </html> Keuntungan menggunakan CSS: Lebih modernLebih fleksibelLebih responsiveLebih profesional Perbedaan Marquee dan CSS Animation Berikut adalah beberapa perbedaan ketika menggunakan <marquee> dengan CSS Animation: MarqueeCSS AnimationCara lamaCara modernFitur terbatasLebih fleksibelDeprecatedDirekomendasikanSulit dikustomisasiMudah dikustomisasi Jika ingin menjadi Frontend Developer modern, sebaiknya mulai belajar animasi menggunakan CSS. Jika Kamu Ingin Belajar HTML dan CSS dari Nol Jika kamu ingin belajar HTML, CSS, JavaScript, hingga membuat website modern untuk pemula, kamu bisa mengikuti kelas berikut. Kelas ini juga di lengkapi dengan: Projek AkhirOptimasi SEODeploy WebsiteSharing Pengalaman Kerja Remote 🔥 Tips Membuat Animasi Tulisan yang Bagus Beberapa tips dalam membuat animasi tulisan yang bagus: Jangan Terlalu Cepat Animasi terlalu cepat membuat teks sulit dibaca. Gunakan Warna yang Kontras Contoh: Putih di background HitamHitam di background Putih Hindari Terlalu Banyak Animasi Terlalu banyak efek bergerak membuat website terlihat kurang profesional. Gunakan CSS untuk Website Modern CSS Animation lebih direkomendasikan dibanding tag <marquee>. Kesalahan Pemula Saat Membuat Tulisan Berjalan Beberapa kesalahan pemula pada saat membuat tulisan berjalan: Salah Menutup Tag HTML Pastikan semua tag ditutup dengan benar. Menggunakan Warna yang Sulit Dibaca Hindari kombinasi warna yang terlalu terang atau terlalu gelap. Animasi Terlalu Cepat Gunakan kecepatan yang nyaman untuk dibaca. Tidak Menggunakan CSS Modern Mulailah belajar CSS Animation agar skill frontend lebih berkembang. Kesimpulan Kode HTML tulisan berjalan dan berwarna dapat dibuat menggunakan tag <marquee> dan pengaturan warna tulisan HTML. Namun untuk website modern, penggunaan CSS Animation jauh lebih direkomendasikan karena: Lebih fleksibelLebih profesionalLebih responsiveSesuai standar web modern Jika kamu masih pemula, mempelajari efek seperti ini adalah langkah bagus untuk memahami dasar HTML dan CSS sebelum lanjut ke frontend development yang lebih kompleks.
20 Mei 2026
Apa Itu Branch, Commit, dan Pull Request di GitHub?
Saat mulai belajar Git dan GitHub, kamu akan sering mendengar istilah seperti branch, commit, dan pull request. Ketiga istilah ini sangat penting karena hampir selalu digunakan dalam workflow software development modern. Banyak pemula sebenarnya sudah bisa upload project ke GitHub, tetapi masih bingung: Apa itu commitFungsi branchPull request digunakan untuk apaBagaimana workflow GitHub bekerja Padahal memahami branch, commit, dan pull request adalah langkah penting untuk menjadi developer yang lebih profesional. Pada artikel ini, kamu akan belajar: branch adalah apacommit adalah apapull request adalah apafungsi branch, commit, dan pull requestcara kerja workflow GitHubcontoh penggunaan dalam development Apa Itu Branch di GitHub? Branch adalah cabang development terpisah dari project utama. Branch digunakan agar developer bisa mencoba fitur baru tanpa merusak code utama. Secara default, Git biasanya memiliki branch utama bernama: mainmaster Developer dapat membuat branch baru untuk: Fitur baruEksperimenBug fixingTesting Fungsi Branch Berikut adalah beberapa fungsi dari Branch: 1. Development Lebih Aman Developer bisa mencoba perubahan tanpa mengganggu project utama. 2. Mempermudah Kolaborasi Tim Setiap developer bisa bekerja di branch masing-masing. 3. Mempermudah Testing Fitur baru bisa diuji terlebih dahulu sebelum digabungkan ke project utama. 4. Workflow Lebih Rapi Project development menjadi lebih terstruktur. Contoh Branch Contoh nama branch yang baik: feature-loginfix-navbarupdate-authentication Contoh membuat branch: git checkout -b feature-login Command tersebut akan: Membuat branch baruLangsung berpindah ke branch tersebut Apa Itu Commit di GitHub? Commit adalah catatan perubahan pada project yang disimpan menggunakan Git. Setiap kali developer melakukan perubahan code, perubahan tersebut biasanya disimpan dalam bentuk commit. Commit membantu developer: Menyimpan progress projectmelacak perubahan codeMelihat history developmentRollback perubahan jika terjadi error Secara sederhana: commit = checkpoint project Fungsi Commit Commit memiliki banyak fungsi penting dalam development. 1. Menyimpan Perubahan Project Setiap perubahan code dapat disimpan secara terstruktur. 2. Tracking History Development Developer dapat melihat: Kapan perubahan dilakukanSiapa yang melakukan perubahanPerubahan apa yang terjadi 3. Mempermudah Kolaborasi Commit membantu tim development memahami update terbaru project. 4. Mempermudah Debugging Jika terjadi bug, developer dapat kembali ke commit sebelumnya. Contoh Commit Contoh commit yang baik: git commit -m "Add login feature" Contoh commit yang kurang baik: git commit -m "update" Gunakan pesan commit yang jelas agar history project lebih mudah dipahami. Apa Itu Pull Request di GitHub? Pull Request adalah permintaan untuk menggabungkan perubahan code dari suatu branch ke branch utama. Pull Request sering disingkat menjadi PR Fitur ini sangat penting dalam workflow kolaborasi GitHub. Dengan Pull Request, developer lain dapat: Review codeMemberi komentarMelakukan revisiApprove perubahan Setelah disetujui, branch dapat digabungkan ke branch utama. Fungsi Pull Request Berikut adalah beberapa fungsi dari Pull Request: 1. Code Review Developer lain dapat memeriksa kualitas code sebelum digabungkan. 2. Kolaborasi Tim Pull Request mempermudah komunikasi antar developer. 3. Mengurangi Bug Code dapat diperiksa terlebih dahulu sebelum masuk ke production. 4. Workflow Development Lebih Profesional Pull Request sudah menjadi standar workflow development modern. Workflow Branch, Commit, dan Pull Request Secara sederhana, workflow GitHub biasanya seperti ini: Developer membuat branch baruDeveloper mengubah codePerubahan disimpan menggunakan commitBranch diupload ke GitHub menggunakan pushDeveloper membuat Pull RequestTeam melakukan reviewBranch digabungkan ke branch utama Workflow ini membuat development lebih aman dan terstruktur. Jika Kamu Ingin Belajar GitHub GRATIS dari Nol Jika kamu ingin belajar GitHub mulai dari repository, commit, branch, hingga workflow development modern secara lengkap, kamu bisa mengikuti kelas GitHub GRATIS berikut. Hubungan Branch, Commit, dan Pull Request Ketiga konsep ini saling berhubungan dalam workflow development. Branch Digunakan untuk membuat workspace development terpisah. Commit Digunakan untuk menyimpan perubahan project. Pull Request Digunakan untuk menggabungkan perubahan ke branch utama. Tanpa ketiga konsep ini, workflow development modern akan jauh lebih sulit. Contoh Workflow Sederhana Misalnya developer ingin membuat fitur login. Langkah 1 — Membuat Branch git checkout -b feature-login Langkah 2 — Mengubah Code Developer membuat halaman login. Langkah 3 — Commit Perubahan git commit -m "Add login page" Langkah 4 — Push ke GitHub git push origin feature-login Langkah 5 — Membuat Pull Request Developer membuat Pull Request di GitHub agar perubahan dapat direview dan digabungkan ke branch utama. Kenapa Workflow Ini Penting? Workflow branch, commit, dan pull request membantu: Development lebih amanKolaborasi lebih mudahProject lebih rapiDebugging lebih mudahMengurangi konflik code Karena itu, hampir semua perusahaan teknologi menggunakan workflow seperti ini. Kesalahan Pemula Saat Menggunakan Branch dan Commit Berikut adalah beberapa kesalahan pemula saat menggunakan Branch dan Commit: Commit Terlalu Jarang Akibatnya history project menjadi sulit dipahami. Pesan Commit Tidak Jelas Hindari commit seperti: updatefixcoba Gunakan pesan yang lebih spesifik. Langsung Coding di Main Branch Ini berisiko merusak project utama. Tidak Menggunakan Pull Request Padahal Pull Request sangat penting dalam workflow kolaborasi modern. Tips Menggunakan Branch dan Commit Berikut adalah beberapa tips yang dapat diterapkan ketika menggunakan Branch dan Commit: Gunakan Nama Branch yang Jelas Contoh: feature-payment fix-login-bug Commit Secara Bertahap Jangan menunggu terlalu banyak perubahan baru commit. Gunakan Pesan Commit yang Deskriptif Ini membantu developer lain memahami perubahan project. Biasakan Menggunakan Pull Request Walaupun project masih kecil, biasakan workflow yang profesional. Hubungan dengan GitHub dan Repository Branch, commit, dan pull request adalah bagian penting dari workflow Git dan GitHub. Jika kamu belum memahami GitHub secara keseluruhan, baca juga artikel berikut: GitHub Adalah: Pengertian, Fungsi, Cara Kerja & Panduan Lengkap untuk PemulaRepository GitHub Adalah: Pengertian, Fungsi & Cara MenggunakannyaPerbedaan Git dan GitHub yang Wajib Dipahami PemulaCara Upload Project ke GitHub untuk Pemula Kesimpulan Branch, commit, dan pull request adalah bagian penting dari workflow Git dan GitHub modern. Commit digunakan untuk menyimpan perubahan projectBranch digunakan untuk development terpisahPull Request digunakan untuk review dan menggabungkan code Dengan memahami ketiga konsep ini, kamu akan lebih siap menggunakan workflow development profesional seperti yang digunakan di perusahaan teknologi modern.
20 Mei 2026
Cara Upload Project ke GitHub untuk Pemula
Saat mulai belajar programming, salah satu skill dasar yang wajib dipahami adalah cara upload project ke GitHub. Skill ini sangat penting karena hampir semua developer modern menggunakan GitHub untuk: Menyimpan source codeBackup projectKolaborasi developmentMembangun portfolio coding Bahkan banyak recruiter dan perusahaan teknologi melihat akun GitHub sebagai portfolio programmer. Jika kamu masih bingung bagaimana cara upload project ke GitHub, tenang saja karena artikel ini dibuat khusus untuk pemula. Pada artikel ini, kamu akan belajar: cara upload project ke GitHubcara membuat repository GitHubcara push project ke GitHubupload project menggunakan Gitupload project menggunakan Visual Studio Codeistilah penting GitHub untuk pemula Kenapa Harus Upload Project ke GitHub? Mengupload project ke GitHub memiliki banyak manfaat. 1. Backup Project Project akan tersimpan online sehingga lebih aman jika laptop rusak atau file hilang. 2. Portfolio Programmer Repository GitHub bisa digunakan sebagai portfolio online untuk menunjukkan skill coding. 3. Kolaborasi Development GitHub mempermudah developer bekerja dalam satu project bersama tim. 4. Belajar Workflow Developer Modern Hampir semua perusahaan teknologi menggunakan Git dan GitHub dalam workflow development. Apa yang Dibutuhkan Sebelum Upload Project? Sebelum upload project ke GitHub, pastikan kamu sudah memiliki: Akun GitHubGit yang sudah terinstallProject codingKoneksi internet Kalau kamu belum memahami GitHub dari dasar, baca juga artikel berikut: GitHub Adalah: Pengertian, Fungsi, Cara Kerja & Panduan Lengkap untuk Pemula GitHub dari Nol GRATIS Jika kamu ingin belajar GitHub mulai dari repository, commit, branch, hingga upload project secara lengkap, kamu bisa mengikuti kelas GitHub GRATIS berikut. Cara Upload Project ke GitHub Menggunakan Git Ini adalah cara upload project yang paling umum digunakan developer. 1. Install Git Pertama, install Git terlebih dahulu melalui website resmi: Website Resmi Git Setelah install selesai, cek apakah Git berhasil terinstall: git --version 2. Login ke GitHub Masuk ke akun GitHub melalui: Website Resmi GitHub 3. Membuat Repository Baru Di GitHub: Klik tombol New RepositoryIsi nama repositoryPilih Public atau PrivateKlik Create Repository Contoh nama repository: portfolio-websitebelajar-javascriptflutter-app 4. Buka Folder Project Buka terminal atau command prompt di folder project. Contoh: cd project-kamu 5. Inisialisasi Git Gunakan command berikut: git init Command ini akan membuat project menjadi Git repository. 6. Menambahkan File ke Git Gunakan command: git add . Command ini digunakan untuk menambahkan semua file project. 7. Membuat Commit Selanjutnya buat commit: git commit -m "First Commit" Commit digunakan untuk menyimpan perubahan project. 8. Hubungkan ke Repository GitHub Salin URL repository GitHub lalu jalankan: git remote add origin https://github.com/username/nama-repository.git Ganti: usernamenama-repository sesuai repository milik kamu. 9. Upload Project ke GitHub Gunakan command berikut: git push -u origin main Setelah proses selesai, project berhasil diupload ke GitHub. Cara Upload Project ke GitHub Menggunakan VS Code Selain terminal, kamu juga bisa upload project menggunakan Visual Studio Code. Langkahnya: Buka project di VS CodeBuka tab Source ControlKlik Initialize RepositoryCommit perubahanPublish repository ke GitHub Cara ini lebih mudah untuk pemula karena memiliki tampilan visual. Cara Upload Project Menggunakan GitHub Desktop GitHub Desktop adalah aplikasi resmi GitHub dengan tampilan GUI. GitHub Desktop cocok untuk pemula yang belum terbiasa menggunakan terminal. Workflow dasarnya: Login GitHubAdd local repositoryCommitPush repository Istilah Penting Saat Upload Project ke GitHub Beberapa istilah penting saat upload project ke GitHub: Repository Tempat penyimpanan project di GitHub. Commit Catatan perubahan project. Push Proses upload perubahan project ke GitHub. Branch Cabang development project. Clone Menyalin repository GitHub ke komputer lokal. Kesalahan Pemula Saat Upload Project ke GitHub Beberapa kesalahan pemula saat upload Project ke GitHub: Salah Menjalankan Command Git Pastikan command dijalankan secara urut. Belum Install Git Banyak pemula lupa install Git terlebih dahulu. Salah URL Repository Pastikan URL repository sesuai dengan repository GitHub milik kamu. Tidak Membuat Commit Project tidak bisa dipush jika belum melakukan commit. Upload File Tidak Penting Hindari upload: node_modulescachefile sementara Gunakan .gitignore untuk mengabaikan file tertentu. Tips Agar Repository GitHub Lebih Profesional Berikut beberapa tips agar Repository GitHub menjadi lebih profesional: Gunakan Nama Repository yang Jelas Contoh: portfolio-websitereact-todo-appflutter-chat-app Tambahkan README README membantu menjelaskan project. Upload Screenshot Project Screenshot membuat repository terlihat lebih menarik. Gunakan Commit yang Rapi Hindari commit seperti: updatefixcoba Gunakan commit yang lebih jelas: add login featurefix navbar responsiveupdate authentication logic Apakah Harus Menggunakan Terminal? Tidak harus. Pemula bisa menggunakan: Visual Studio CodeGitHub Desktop Namun memahami command dasar Git tetap sangat disarankan karena: Lebih fleksibelDigunakan di dunia kerjaLebih profesional Hubungan Upload Project dan Portfolio Programmer Semakin sering upload project ke GitHub: Semakin bagus portfolio codingSemakin terlihat progress belajarSemakin profesional akun GitHub kamu Karena itu, biasakan upload project secara rutin walaupun project masih sederhana. Kesimpulan Cara upload project ke GitHub adalah skill dasar yang wajib dipahami programmer modern. Dengan memahami workflow Git dan GitHub, kamu dapat: Menyimpan project onlineBackup source codeMembangun portfolio codingBerkolaborasi dengan developer lain Mulailah dari: Membuat repositoryCommit projectPush ke GitHub Kemudian biasakan upload project secara rutin agar semakin terbiasa dengan workflow development modern.
20 Mei 2026
Kode HTML Tulisan Berjalan dan Berwarna: Contoh & Cara Membuatnya
Saat mulai belajar HTML, banyak pemula ingin mencoba membuat tampilan website yang lebih menarik, salah satunya dengan membuat tulisan berjalan dan berwarna. Efek tulisan berjalan sering digunakan untuk: Teks sambutanPengumumanBanner websitePromoHeading animasiTampilan website sederhana Pada artikel ini, kamu akan belajar: Kode HTML tulisan berjalan dan berwarnaCara membuat teks berjalan di HTMLCara mengubah warna tulisan HTMLCara mengatur kecepatan tulisan berjalanCara membuat animasi teks modern menggunakan CSS Artikel ini cocok untuk pemula yang baru belajar HTML dan CSS. Apa Itu Tulisan Berjalan di HTML? Tulisan berjalan di HTML adalah teks yang bergerak secara otomatis pada halaman website. Dulu jika menggunakan HTML 3 atau HTML 4, efek ini biasanya dibuat menggunakan tag HTML seperti ini: <marquee>Tulisan Berjalan</marquee> Tag <marquee> akan membuat teks bergerak secara otomatis: Ke kiriKe kananKe atasatau Ke bawah Walaupun sederhana, efek ini masih sering digunakan pemula untuk belajar dasar HTML. Kode HTML Tulisan Berjalan dan Berwarna Berikut contoh kode HTML tulisan berjalan dan berwarna yang paling sederhana. <marquee> <font color="red"> Selamat Datang di Easy Coding </font> </marquee> Hasil: Tulisan akan berjalanWarna tulisan menjadi merah Penjelasan Kode HTML Berikut penjelasan dari kode di atas. Tag <marquee> Digunakan untuk membuat teks bergerak otomatis. Tag <font color=""> Digunakan untuk mengubah warna tulisan. Contoh: <font color="blue">Teks Biru</font> Cara Mengubah Warna Tulisan HTML Kamu bisa mengganti warna tulisan sesuai kebutuhan. Contoh Warna Dasar <font color="blue">Biru</font> <font color="green">Hijau</font> <font color="purple">Ungu</font> Menggunakan Kode HEX Color Kamu juga bisa menggunakan kode warna HEX. <font color="#ff0000">Merah</font> <font color="#00ff00">Hijau</font> <font color="#0000ff">Biru</font> Cara ini lebih fleksibel untuk desain website modern. Cara Mengatur Arah Tulisan Berjalan Tag <marquee> memiliki atribut direction untuk mengatur arah gerakan teks. Bergerak ke Kiri <marquee direction="left"> Tulisan Bergerak ke Kiri </marquee> Bergerak ke Kanan <marquee direction="right"> Tulisan Bergerak ke Kanan </marquee> Bergerak ke Atas <marquee direction="up"> Tulisan Bergerak ke Atas </marquee> Bergerak ke Bawah <marquee direction="down"> Tulisan Bergerak ke Bawah </marquee> Cara Mengatur Kecepatan Tulisan Berjalan Kamu bisa mengatur kecepatan animasi menggunakan atribut scrollamount. Contoh <marquee scrollamount="15"> Tulisan Lebih Cepat </marquee> Semakin besar nilainya, maka semakin cepat gerakan teks Cara Membuat Tulisan Berjalan dengan Background Warna Kamu juga bisa menambahkan background color agar tampilan lebih menarik. <marquee bgcolor="black"> <font color="white"> Selamat Belajar HTML </font> </marquee> Hasil: Background hitamTulisan putih berjalan Contoh Kode HTML Tulisan Berjalan dan Berwarna Lengkap Berikut contoh lengkap yang bisa langsung dicoba. <!DOCTYPE html> <html> <head> <title>Tulisan Berjalan</title> </head> <body> <marquee direction="left" scrollamount="10" bgcolor="black"> <font color="yellow"> Selamat Datang di Easy Coding </font> </marquee> </body> </html> Kenapa Tag <marquee> Sudah Jarang Digunakan? Walaupun masih bisa digunakan di beberapa browser, tag <marquee> sebenarnya sudah deprecated. Artinya: Tidak direkomendasikan lagi untuk website modernTidak termasuk standar HTML terbaru Karena itu, developer modern biasanya menggunakan: CSS AnimationJavaScript Animation untuk membuat efek tulisan bergerak. Cara Modern Membuat Tulisan Berjalan Menggunakan CSS Berikut contoh animasi teks berjalan menggunakan CSS. <!DOCTYPE html> <html> <head> <style> .marquee { width: 100%; overflow: hidden; white-space: nowrap; box-sizing: border-box; animation: berjalan 10s linear infinite; color: red; font-size: 24px; } @keyframes berjalan { from { transform: translateX(100%); } to { transform: translateX(-100%); } } </style> </head> <body> <div class="marquee"> Selamat Datang di Easy Coding </div> </body> </html> Keuntungan menggunakan CSS: Lebih modernLebih fleksibelLebih responsiveLebih profesional Perbedaan Marquee dan CSS Animation Berikut adalah beberapa perbedaan ketika menggunakan <marquee> dengan CSS Animation: MarqueeCSS AnimationCara lamaCara modernFitur terbatasLebih fleksibelDeprecatedDirekomendasikanSulit dikustomisasiMudah dikustomisasi Jika ingin menjadi Frontend Developer modern, sebaiknya mulai belajar animasi menggunakan CSS. Jika Kamu Ingin Belajar HTML dan CSS dari Nol Jika kamu ingin belajar HTML, CSS, JavaScript, hingga membuat website modern untuk pemula, kamu bisa mengikuti kelas berikut. Kelas ini juga di lengkapi dengan: Projek AkhirOptimasi SEODeploy WebsiteSharing Pengalaman Kerja Remote 🔥 Tips Membuat Animasi Tulisan yang Bagus Beberapa tips dalam membuat animasi tulisan yang bagus: Jangan Terlalu Cepat Animasi terlalu cepat membuat teks sulit dibaca. Gunakan Warna yang Kontras Contoh: Putih di background HitamHitam di background Putih Hindari Terlalu Banyak Animasi Terlalu banyak efek bergerak membuat website terlihat kurang profesional. Gunakan CSS untuk Website Modern CSS Animation lebih direkomendasikan dibanding tag <marquee>. Kesalahan Pemula Saat Membuat Tulisan Berjalan Beberapa kesalahan pemula pada saat membuat tulisan berjalan: Salah Menutup Tag HTML Pastikan semua tag ditutup dengan benar. Menggunakan Warna yang Sulit Dibaca Hindari kombinasi warna yang terlalu terang atau terlalu gelap. Animasi Terlalu Cepat Gunakan kecepatan yang nyaman untuk dibaca. Tidak Menggunakan CSS Modern Mulailah belajar CSS Animation agar skill frontend lebih berkembang. Kesimpulan Kode HTML tulisan berjalan dan berwarna dapat dibuat menggunakan tag <marquee> dan pengaturan warna tulisan HTML. Namun untuk website modern, penggunaan CSS Animation jauh lebih direkomendasikan karena: Lebih fleksibelLebih profesionalLebih responsiveSesuai standar web modern Jika kamu masih pemula, mempelajari efek seperti ini adalah langkah bagus untuk memahami dasar HTML dan CSS sebelum lanjut ke frontend development yang lebih kompleks.
19 Mei 2026
Perbedaan Frontend dan Backend: Pengertian, Tugas, Skill, dan Contohnya
Dalam dunia pengembangan web, istilah frontend dan backend seringkali muncul dan menjadi bagian penting dalam proses pembangunan aplikasi atau website. Meski keduanya saling berkaitan, terdapat perbedaan mendasar yang perlu dipahami. Kalau kamu baru mulai belajar coding atau lagi mempertimbangkan karier di dunia teknologi, pasti sudah sering mendengar istilah frontend dan backend. Tapi apa sebenarnya perbedaan keduanya? Mana yang lebih cocok untukmu? Artikel ini akan membahas secara tuntas.. mulai dari pengertian, tugas, skill yang dibutuhkan, tools yang dipakai, hingga contoh nyata di website sehari-hari. Yuk, kita mulai! Apa Itu Frontend dan Backend? Pengertian Frontend Frontend adalah bagian dari aplikasi atau website yang langsung berinteraksi dengan pengguna. Ini adalah tampilan visual yang Anda lihat dan gunakan setiap hari, seperti tombol, menu, gambar, dan layout halaman. Teknologi utama yang digunakan di frontend adalah HTML, CSS, dan JavaScript. Untuk penjelasan lebih rinci, Anda bisa membaca artikel kami tentang Frontend Adalah: Pengertian, Tugas, Skill & Roadmap. Pengertian Backend Sedangkan backend adalah bagian dari aplikasi yang bekerja di belakang layar. Backend bertugas mengelola data, server, dan logika bisnis aplikasi yang tidak langsung terlihat oleh pengguna. Backend memastikan data tersimpan dengan aman dan permintaan dari frontend diproses dengan benar. Lebih lengkap tentang backend dapat Anda pelajari di artikel Backend Adalah: Pengertian, Tugas, Skill & Roadmap. Perbedaan Frontend dan Backend Analogi mudah: Bayangkan sebuah restoran. Frontend adalah tampilan restoran, menu, dan pelayan yang kamu lihat langsung. Backend adalah dapur, koki, dan sistem kasir yang bekerja di balik layar agar pesananmu bisa tersaji dengan benar. AspekFrontendBackendFokus UtamaTampilan dan interaksi penggunaServer, database, dan logika bisnisBahasa PemrogramanHTML, CSS, JavaScript, framework React, Vue, AngularNode.js, Python, Ruby, PHP, Java, framework Express, DjangoTugas UtamaMendesain UI, membuat animasi, validasi input penggunaPengelolaan database, autentikasi, pengolahan dataAkses PenggunaLangsung terlihat dan digunakan oleh penggunaTidak terlihat, berfungsi di belakang layarTools & TeknologiBrowser developer tools, CSS preprocessors, bundlersServer, database management system, API Tugas Frontend dan Backend Developer Tugas Frontend Developer Seorang frontend developer bertanggung jawab membuat tampilan website yang indah, responsif, dan mudah digunakan. Berikut tugas-tugas utamanya: Mengubah desain (dari Figma/Adobe XD) menjadi kode HTML, CSS, dan JavaScriptMemastikan tampilan website responsif di berbagai ukuran layar (desktop, tablet, mobile)Mengoptimalkan kecepatan loading halamanMembuat animasi dan interaksi yang menarikBerkomunikasi dengan backend melalui API (REST/GraphQL)Memastikan aksesibilitas website untuk semua pengguna Tugas Backend Developer Backend developer membangun fondasi yang membuat website bisa berfungsi. Tanggung jawabnya meliputi: Merancang dan mengelola database (MySQL, PostgreSQL, MongoDB)Membangun API yang dikonsumsi oleh frontendMengelola autentikasi dan otorisasi penggunaMemastikan keamanan data dan aplikasiMengoptimalkan performa query dan serverDeploy dan mengelola infrastruktur server (VPS, cloud) Skill yang Dibutuhkan Skill Frontend Developer Penguasaan HTML, CSS, dan JavaScript.Familiar dengan framework frontend seperti React, Vue, atau Angular.Pemahaman tentang responsive design dan cross-browser compatibility.Pengetahuan tentang tools seperti Git, Webpack, dan browser developer tools. Skill Backend Developer Menguasai bahasa pemrograman backend seperti Node.js, Python, Ruby, PHP, atau Java.Pengalaman dengan database SQL dan NoSQL.Memahami konsep RESTful API dan autentikasi.Keterampilan dalam deployment dan pengelolaan server. Contoh Perbedaan Frontend dan Backend dalam Proyek Agar lebih mudah dipahami, mari kita lihat contoh konkret dari website populer yang sering kamu gunakan sehari-hari. Misalnya, pada sebuah website toko online atau e-Commerce: Frontend: Halaman produk yang menampilkan gambar, deskripsi, harga, dan tombol "Beli Sekarang" yang dapat diklik oleh pengguna.Backend: Server yang memproses data produk, mengelola stok barang di database, memvalidasi pembayaran, serta mengirimkan notifikasi pesanan. Hubungan Frontend dan Backend dalam Fullstack Development Seorang fullstack developer adalah yang menguasai keduanya, frontend dan backend. Mereka dapat membangun aplikasi secara menyeluruh, mulai dari tampilan hingga logika server. Menjadi fullstack developer bukan berarti kamu harus ahli di semua hal sekaligus. Biasanya, fullstack developer memiliki keahlian utama di salah satu sisi (frontend atau backend), namun tetap mampu mengerjakan sisi lainnya dengan cukup baik. Di dunia kerja saat ini, banyak startup dan perusahaan teknologi yang mencari fullstack developer karena lebih efisien, satu developer bisa mengerjakan fitur dari ujung ke ujung (end-to-end). Tips untuk pemula: Sebaiknya kuasai dulu salah satu sisi (frontend atau backend) secara mendalam sebelum mempelajari keduanya. Jangan terburu-buru ingin menjadi fullstack sebelum fondasimu kuat! Jika Anda ingin mendalami konsep ini, baca artikel kami tentang Fullstack Adalah: Pengertian, Tugas, Skill & Gaji. Mulai Belajar Sekarang di Easy Coding Pilih kelas yang sesuai dengan jalur kariermu dan mulai perjalanan coding-mu hari ini. Kesimpulan Memahami perbedaan frontend dan backend sangat penting untuk mengetahui bagaimana sebuah aplikasi atau website dibuat dan dijalankan. Frontend berfokus pada tampilan dan interaksi pengguna, sementara backend mengelola data dan logika bisnis di balik layar. Keduanya saling melengkapi untuk menciptakan pengalaman pengguna yang optimal. Dengan memperdalam skill di salah satu atau kedua bidang ini, Anda bisa membuka peluang karier yang luas di dunia teknologi, termasuk menjadi fullstack developer yang sangat dibutuhkan saat ini. Untuk memperdalam pengetahuan Anda, jangan ragu untuk membaca artikel kami tentang Apa itu Frontend, Apa itu Backend, dan Apa itu Fullstack. Semoga artikel ini membantu Anda memahami perbedaan mendasar antara frontend dan backend serta mempersiapkan langkah awal di dunia coding!
19 Mei 2026
Fullstack Adalah: Pengertian, Tugas, Skill & Gaji
Di era teknologi yang terus berkembang saat ini, profesi dalam bidang pemrograman semakin diminati. Salah satu peran yang sedang naik daun dan banyak dicari adalah fullstack developer. Jika Anda penasaran fullstack adalah apa, apa saja tugasnya, skill yang wajib dimiliki, dan berapa gaji yang bisa didapatkan, artikel ini sangat cocok untuk Anda. Kami juga akan membagikan beberapa link internal yang bisa membantu Anda memperdalam pemahaman tentang frontend dan backend. Apa Itu Fullstack? Mengenal Istilah Fullstack Developer Fullstack adalah sebuah konsep dalam pengembangan aplikasi di mana seorang developer mampu mengerjakan seluruh sisi dari sebuah aplikasi, mulai dari frontend (tampilan pengguna) hingga backend (server dan database). Oleh karena itu, fullstack developer adalah seseorang yang memiliki keahlian lengkap dalam mengembangkan aplikasi secara utuh. Berbeda dengan developer yang hanya fokus pada frontend atau backend saja, fullstack developer mampu mengintegrasikan keduanya sehingga aplikasi bisa berjalan dengan baik dan lancar. Memahami Peran Frontend dan Backend dalam Fullstack Untuk memahami lebih dalam tentang apa yang dikerjakan oleh fullstack developer, Anda perlu tahu dulu bagian-bagian utama dalam pengembangan aplikasi: Frontend adalah bagian yang berhubungan langsung dengan pengguna, seperti tampilan website atau aplikasi. Frontend menggunakan bahasa pemrograman seperti HTML, CSS, dan JavaScript. Baca lebih lengkap di artikel kami tentang Frontend Adalah: Pengertian, Tugas, Skill & Roadmap.Backend adalah bagian di balik layar yang mengelola data, server, dan logika bisnis aplikasi. Backend menggunakan bahasa pemrograman seperti Node.js, Python, Ruby, atau PHP. Pelajari lebih lengkap di artikel Backend Adalah: Pengertian, Tugas, Skill & Roadmap. Untuk lebih jelas mengenai perbedaan kedua bagian ini, Anda bisa membaca artikel kami tentang Perbedaan frontend dan backend. Tugas Utama Fullstack Developer Sebagai seorang fullstack developer, Anda akan memiliki tanggung jawab yang luas, antara lain: Mengembangkan Frontend Membuat tampilan yang menarik, responsif, dan mudah digunakan oleh pengguna. Ini meliputi pembuatan layout, navigasi, dan interaksi pengguna menggunakan teknologi frontend.Mengelola Backend Membangun server, API, dan database yang menyimpan serta mengolah data aplikasi. Backend harus aman, cepat, dan dapat diandalkan.Integrasi Frontend dan Backend Menghubungkan bagian frontend dengan backend agar aplikasi berjalan secara menyeluruh tanpa hambatan.Testing dan Debugging Melakukan pengujian untuk memastikan aplikasi berfungsi dengan baik serta memperbaiki bug atau masalah teknis yang ditemukan.Optimasi Performa dan Keamanan Memastikan aplikasi berjalan cepat, efisien, dan aman dari serangan atau masalah keamanan.Kolaborasi Tim Sering bekerja sama dengan desainer, product manager, dan tim QA untuk menghasilkan produk berkualitas tinggi. Skill yang Harus Dikuasai Fullstack Developer Menjadi fullstack developer tidaklah mudah karena Anda harus menguasai berbagai teknologi sekaligus. Berikut adalah skill penting yang perlu dimiliki: 1. Bahasa Pemrograman Frontend HTML dan CSS untuk membuat struktur dan desain halaman web.JavaScript sebagai bahasa pemrograman utama frontend.Framework atau library populer seperti React, Vue.js, atau Angular untuk membangun aplikasi yang dinamis dan interaktif. 2. Bahasa Pemrograman Backend Menguasai bahasa seperti Node.js, Python, Java, Ruby, atau PHP.Framework backend seperti Express.js (Node.js), Django (Python), atau Spring (Java). 3. Database Pengetahuan tentang database relasional seperti MySQL atau PostgreSQL.Database NoSQL seperti MongoDB.Kemampuan merancang skema database yang efisien dan query yang optimal. 4. API dan Integrasi Sistem Membuat dan mengelola RESTful API atau GraphQL untuk komunikasi antara frontend dan backend.Memahami konsep autentikasi dan otorisasi pengguna. 5. Version Control System Menggunakan Git untuk mengelola versi kode dan kolaborasi dalam tim. 6. Deployment dan Cloud Memahami cara deploy aplikasi ke server atau layanan cloud seperti AWS, Heroku, atau DigitalOcean. 7. Soft Skill Selain skill Teknikal atau Hard Skill, setiap developer juga harus memiliki skill berikut: Kemampuan problem solving.Kemampuan komunikasi dan kerja sama tim.Disiplin dalam manajemen waktu dan tugas. Gaji Fullstack Developer di Indonesia dan Dunia Karena skill yang dimiliki sangat lengkap, posisi fullstack developer biasanya mendapatkan gaji yang menarik. Berikut gambaran gaji fullstack developer: Pemula (Junior): Mulai dari 5 juta hingga 10 juta Rupiah per bulan di Indonesia.Menengah (Mid-level): Bisa mendapatkan antara 10 juta hingga 20 juta Rupiah per bulan.Senior: Gajinya bisa mencapai lebih dari 20 juta Rupiah per bulan, tergantung pengalaman dan perusahaan. Di pasar global, gaji fullstack developer bisa jauh lebih tinggi, khususnya di negara dengan biaya hidup tinggi seperti Amerika Serikat, Eropa, atau Australia yang bisa mencapai hingga atau bahkan lebih dari 100 juta Rupiah per bulan nya. Mengapa Memilih Karier sebagai Fullstack Developer? Menjadi fullstack developer memberikan banyak keuntungan, antara lain: Fleksibilitas Kerja: Bisa mengerjakan berbagai bagian aplikasi tanpa harus bergantung pada orang lain.Peluang Karier Luas: Banyak perusahaan mencari fullstack developer karena efisiensi dan kemampuan mereka yang serba bisa.Kemampuan Lengkap: Menjadi ahli dalam banyak teknologi membuat Anda lebih berharga di pasar kerja.Pengembangan Karier: Peluang untuk naik ke posisi lead developer, arsitek software, atau CTO. Cara Memulai Karier sebagai Fullstack Developer Bila Anda tertarik menjadi fullstack developer, berikut langkah yang bisa diambil: Pelajari dasar-dasar frontend dan backend secara bertahap.Kuasai bahasa pemrograman dan framework yang populer.Buat proyek nyata untuk latihan, misalnya website atau aplikasi sederhana.Ikuti kursus online, bootcamp, atau baca dokumentasi resmi misalnya di Easy Coding.Bergabung dalam komunitas developer untuk belajar dan bertukar pengalaman.Perbanyak portofolio dan ikut serta dalam proyek freelance atau open source.Lamar pekerjaan sebagai junior fullstack developer untuk memulai pengalaman kerja. Dikelas ini, Kalian akan belajar step-by-step untuk menjadi Fullstack Web Developer dengan menggunakan React, Tailwind CSS, Node.js, Express.js, MySQL, Prisma ORM, sistem pembayaran Xendit, dan teknologi penting lainnya yang akan membantu Anda menjadi fullstack developer profesional dan siap kerja. Di akhir kelas ini juga ada Projek Akhir yaitu membuat Platform Booking untuk Servis, Tempat Gym, ataupun Lapangan Padel dengan sistem pembayaran otomatis dengan Payment Gateway Xendit. Kelas ini juga di lengkapi dengan BONUS E-BOOK GRATIS. Kesimpulan Fullstack adalah konsep penting dalam dunia pengembangan aplikasi yang menggabungkan kemampuan mengelola frontend dan backend secara bersamaan. Seorang fullstack developer adalah profesional yang mampu menangani seluruh bagian aplikasi dari awal hingga akhir. Tugasnya sangat beragam, mulai dari membuat tampilan pengguna, mengelola server, hingga menghubungkan keduanya dengan API. Skill yang dibutuhkan pun luas dan mencakup berbagai bahasa pemrograman, database, serta tools pendukung lainnya. Gaji fullstack developer umumnya cukup menjanjikan karena kemampuan mereka yang lengkap dan dibutuhkan banyak perusahaan. Untuk memperdalam pengetahuan Anda, jangan lupa baca juga artikel kami tentang Frontend Adalah, Backend Adalah, serta Perbedaan frontend dan backend. Dengan pemahaman yang kuat dan keahlian yang terus diasah, karier sebagai fullstack developer bisa menjadi pilihan yang sangat menjanjikan di era digital ini. Semoga artikel ini membantu Anda memahami lebih dalam tentang fullstack developer dan membuka jalan untuk karier sukses di bidang teknologi!

23 Agustus 2025
Perbedaan HTML dan CSS: Panduan Lengkap untuk Pemula
Dalam dunia pengembangan web, dua istilah paling sering disebut di awal pembelajaran adalah HTML dan CSS. Bagi pemula, keduanya mungkin terlihat sama: sama-sama digunakan untuk membuat website. Namun kenyataannya, HTML dan CSS memiliki fungsi yang sangat berbeda dan saling melengkapi. Artikel ini akan membahas secara lengkap perbedaan HTML dan CSS dari segi fungsi, struktur, penggunaan, hingga contoh kode yang bisa langsung kamu praktikkan. Apa Itu HTML? HTML (HyperText Markup Language) adalah bahasa markup yang digunakan untuk menyusun struktur dan konten dari sebuah halaman web. Jika diibaratkan seperti membangun rumah, maka HTML adalah kerangka bangunan yang menentukan di mana letak pintu, jendela, dan ruangan berada. Tanpa HTML, sebuah website hanya akan menjadi layar kosong tanpa teks, gambar, atau tombol. HTML memberi dasar agar browser bisa menampilkan halaman dengan baik. Beberapa hal yang ditentukan oleh HTML antara lain: Judul (heading) Seperti <h1>, <h2>, <h3> yang digunakan untuk membuat hierarki informasi.Paragraf Menggunakan <p> untuk menulis teks.Gambar Menggunakan tag <img> untuk menampilkan gambar.Tabel Menggunakan <table>, <tr>, <td> untuk membuat tabel data.Formulir Menggunakan <form> untuk membuat input seperti kotak teks, tombol, dan checkbox. Contoh kode HTML sederhana: <h1>Selamat Datang</h1> <p>Ini adalah paragraf pertama.</p> <img src="gambar.jpg" alt="Gambar"> Kode di atas akan menampilkan halaman dengan judul besar “Halo Dunia!”, sebuah paragraf, dan sebuah gambar. Apa Itu CSS? CSS (Cascading Style Sheets) adalah bahasa yang digunakan untuk mengatur tampilan (style) dari elemen-elemen HTML di sebuah halaman web. Jika HTML adalah kerangka rumah, maka CSS adalah cat, dekorasi, dan interiornya yang membuat rumah terlihat indah, rapi, dan nyaman. Dengan CSS, sebuah halaman web tidak hanya menampilkan teks polos dan gambar, tetapi juga bisa tampil lebih menarik, profesional, dan responsif di berbagai perangkat. Beberapa hal yang bisa diatur dengan CSS antara lain: Warna teks dan latar belakang Misalnya membuat teks berwarna biru atau memberi latar belakang halaman berwarna putih.Ukuran dan jenis font Mengatur besar kecil huruf, gaya font (Arial, Times New Roman, dsb).Layout (posisi elemen) Menata letak menu, artikel, sidebar, atau gambar menggunakan teknik seperti flexbox atau grid.Animasi dan transisi Membuat efek interaktif seperti tombol yang berubah warna saat diklik, atau gambar yang bergerak halus. Contoh sederhana kode CSS: h1 { color: blue; font-size: 32px; } p { color: gray; line-height: 1.5; } Perbandingan HTML dan CSS Setelah memahami apa itu HTML dan CSS, sekarang saatnya melihat bagaimana keduanya berbeda. Walaupun sering dipakai berdampingan, sebenarnya HTML dan CSS punya peran yang sangat berbeda. HTML berfungsi sebagai tulang punggung atau kerangka dari sebuah halaman web, sedangkan CSS adalah kulit dan pakaian yang membuat halaman tersebut terlihat menarik. Dengan kata lain, tanpa HTML, sebuah halaman web tidak akan memiliki struktur, dan tanpa CSS, halaman tersebut akan terlihat polos dan kurang enak dipandang. Agar lebih mudah dipahami, berikut tabel perbandingan antara HTML dan CSS: AspekHTMLCSSFungsiMenyusun struktur dan kontenMengatur tampilan dan gaya visualTipe BahasaMarkup LanguageStyle Sheet LanguageFile Ekstensi.html.cssCara EksekusiDibaca langsung oleh browserDigunakan untuk men-style elemen HTMLContoh Tag<h1>, <p>, <img>, <table>color, font-size, margin, display Jika kamu tertarik belajar lebih jauh dan memperdalam kemampuanmu dalam dunia teknologi, kenapa tidak mempertimbangkan untuk belajar di Easy Coding. Bagaimana HTML dan CSS Bekerja Sama? Biasanya, HTML dan CSS digunakan bersamaan dalam sebuah proyek web. HTML menyusun kerangka, lalu CSS mempercantik tampilan tersebut. Contoh: <!-- HTML --> <h1 class="judul">Belajar HTML dan CSS</h1> /* CSS */ .judul { color: green; font-family: Arial; } Kenapa Harus Belajar Keduanya? Jika kamu ingin menjadi front-end developer atau membuat website pribadi, kamu wajib menguasai HTML dan CSS. Tanpa HTML, tidak ada struktur halaman. Tanpa CSS, tampilan web kamu akan terlihat polos dan membosankan. Belajar HTML dan CSS di Easy Coding 🧑💻 Easy Coding menyediakan kursus HTML & CSS dasar berbahasa Indonesia, cocok untuk pemula. Kamu akan belajar: Struktur dasar halaman webFlexbox dan Grid layoutMembuat form dan tabelResponsive design Kursus ini juga dilengkapi project akhir, di mana kamu akan membangun website sederhana dari nol! Kesimpulan HTML dan CSS adalah dua komponen utama dalam dunia web yang saling melengkapi. Berikut kesimpulannya: HTML dan CSS adalah dua komponen utama dalam dunia web. HTML mengatur apa yang ditampilkan, sedangkan CSS mengatur bagaimana tampilannya. Keduanya berbeda, namun tidak bisa dipisahkan. Tanpa HTML, sebuah website tidak memiliki kerangka, begitu juga tanpa CSS, website akan terlihat polos dan membosankan. Jadi, jika kamu ingin membuat website yang fungsional sekaligus estetik, menguasai HTML dan CSS adalah langkah pertama yang wajib dikuasai sebelum melangkah ke tahap pemrograman web yang lebih kompleks.
